KaltengInside.com, Puruk Cahu – Guna menyikapi pergeseran nilai sosial di kalangan generasi muda, Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Lita Nofriana, menyarankan diterapkannya pola asuh yang adaptif namun tetap memegang teguh nilai moral lokal. Ibu diminta menjadi teman diskusi yang inklusif bagi anak.
Saran tersebut disampaikan Lita pada Senin, 2 Juni 2026, di Puruk Cahu. Menurutnya, metode pengasuhan yang terlalu otoriter sudah kurang relevan menghadapi anak-anak generasi masa kini yang memiliki pemikiran kritis sejak dini.
Lita menilai bahwa pendekatan persuasif dan dialogis akan membuat anak merasa lebih dihargai di dalam rumah. Ketika anak menghadapi masalah atau kebingungan di era digital ini, mereka akan menjadikan ibu sebagai tempat pertama untuk mencurahkan isi hati.
Keterbukaan ini dinilai penting untuk memantau psikologis anak agar tidak mencari pelarian ke hal-hal yang negatif di luar rumah. Orang tua harus mampu memosisikan diri sebagai jangkar emosional yang aman bagi anak-anak mereka.
Sebagai wakil rakyat, Lita berencana mengusulkan pembentukan pusat konsultasi keluarga berbasis komunitas di tingkat kecamatan. Wadah ini diharapkan bisa menjadi tempat para ibu bertukar pikiran dan mencari solusi atas kendala pola asuh anak.
Ia menegaskan bahwa tugas mendidik anak di era modern memang berat, namun bukan berarti tidak bisa dilakukan. Dengan kesabaran dan strategi yang tepat, Lita optimis perempuan Murung Raya mampu mencetak generasi emas yang membanggakan.(*)
