Hardiknas 2026, Bebie Desak Sinkronisasi Kurikulum SMK dengan Sektor Unggulan

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie,S.Sos.,S.H.,M.M.,M.A.P.

KaltengInside.com, Puruk Cahu – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, memanfaatkan momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 untuk menyuarakan pentingnya penguatan pendidikan vokasi. Ia menekankan bahwa dunia pendidikan harus berjalan selaras dengan kebutuhan nyata di sektor ekonomi produktif daerah.

Bebie menilai pola pendidikan konvensional sudah saatnya bertransformasi agar lulusannya tidak sekadar memegang ijazah, tetapi memiliki keahlian yang relevan. Menurutnya, sinkronisasi kurikulum adalah kunci utama untuk menekan angka pengangguran terdidik yang masih menjadi tantangan di Murung Raya.

Dalam pandangannya, sekolah kejuruan dan politeknik wajib menjalin komunikasi intensif dengan pelaku industri. Bebie menginginkan kurikulum yang diajarkan di kelas mampu menjawab kebutuhan tenaga kerja di sektor pertambangan, kehutanan, hingga hilirisasi pertanian.

“Ketika sekolah, BLK, dan industri duduk satu meja, pengangguran terdidik akan turun dan produktivitas daerah pasti naik,” tegas Bebie pada Sabtu (2/5/2026). Ia meyakini bahwa keterhubungan antara institusi pendidikan dan pasar kerja akan menciptakan ekosistem ekonomi yang lebih sehat.

Sebagai pimpinan Komisi II yang membidangi perekonomian, Bebie berkomitmen memastikan kebijakan fiskal daerah mendukung penguatan infrastruktur vokasi. Ia berharap lulusan lokal mampu menjadi tuan rumah di tanah sendiri dengan kompetensi yang diakui secara nasional.

Penghormatan setinggi-tingginya pun ia sampaikan kepada para guru kejuruan dan instruktur yang telah bekerja keras mencetak tenaga terampil. Baginya, investasi pada pendidikan vokasi adalah investasi masa depan bagi kemandirian ekonomi Kabupaten Murung Raya.(*)

Exit mobile version