KaltengInside.com, Puruk Cahu – Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, mengambil langkah tegas menyikapi keluhan masyarakat terkait polusi debu yang kian pekat. Sebagai Juru Bicara Daerah Pemilihan (Dapil) II, ia mendesak Dinas Kesehatan setempat untuk segera turun ke lapangan. Langkah ini diambil guna memeriksa langsung dampak kesehatan yang mengancam warga di sepanjang jalur pengangkutan komoditas perusahaan.
Pernyataan bersuara lantang tersebut disampaikan oleh Bebie saat memaparkan laporan hasil reses masa sidang II tahun 2026. Laporan penting ini dibacakan langsung di hadapan seluruh peserta rapat paripurna yang berlangsung pada Senin, 13 Juli 2026. Menurutnya, kondisi udara di sekitar pemukiman warga saat ini sudah berada dalam tahap yang sangat mengkhawatirkan.
Bebie menjelaskan bahwa sebaran polusi debu ini bersumber dari aktivitas truk hauling perusahaan yang setiap hari melintasi kawasan padat penduduk. Jalur yang paling terdampak fatal melingkupi rute dari Desa Osom Tompok hingga mengarah ke Desa Muara Bumban. Udara yang bercampur material debu tebal dinilai sudah tidak layak dan membahayakan sistem pernapasan.
“Debu yang beterbangan di lintas hauling itu sangat tidak aman dan sangat berbahaya untuk kesehatan masyarakat kita di sekitar. Kami meminta Dinas Kesehatan untuk mengecek hal ini,” ujar Bebie dengan nada tegas dalam interupsinya di ruang sidang paripurna, Senin, 13 Juli 2026.
Lebih lanjut, legislator dari Dapil II ini mengingatkan bahwa jika masalah ini dibiarkan tanpa adanya penanganan medis dan pencegahan yang serius, dampaknya baru akan terasa beberapa tahun ke depan. Ia tidak ingin kelalaian pengawasan hari ini berujung pada lonjakan kasus penyakit saluran pernapasan kronis di Kabupaten Murung Raya.
Di akhir penyampaian materi terkait isu kesehatan tersebut, Bebie meminta pemerintah daerah segera merumuskan langkah mitigasi yang konkret. Ia berharap Dinas Kesehatan tidak menunda-nunda waktu untuk melakukan pengecekan kualitas udara dan pemeriksaan kesehatan berkala bagi warga desa yang terdampak langsung di sepanjang jalur hauling.(*)
